Sekretaris BNPP RI Tegaskan Pengelolaan Perbatasan Harus Seimbang antara Keamanan dan Kesejahteraan

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IFAKTANEWS.COM -Pontianak, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan negara tidak dapat hanya dilihat dari aspek keamanan semata, melainkan harus berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Fraksi Partai Hanura Tahun 2026, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan bimbingan teknis tersebut menjadi ruang strategis bagi BNPP RI untuk menyampaikan perspektif kebijakan nasional terkait pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya kepada para legislator daerah.

Dalam paparannya, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menjelaskan tugas dan fungsi BNPP RI dalam mengoordinasikan pengelolaan kawasan perbatasan, mulai dari pemahaman tipologi perbatasan di berbagai negara hingga tantangan aktual yang dihadapi Indonesia. Ia mencontohkan penerapan tipologi perbatasan berupa tembok atau pagar di sejumlah negara yang disesuaikan dengan kepentingan keamanan masing-masing.

“Di Amerika Serikat dan Meksiko, perbatasan dibangun dalam bentuk tembok karena tingginya ancaman people smuggling dan narkotika. Sementara di perbatasan Malaysia–Thailand digunakan pagar beton setengah dengan kawat berduri,” ujar Makhruzi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penerapan tipologi perbatasan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, karakter sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat perbatasan Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kebijakan.

“Tidak semua wilayah perbatasan Indonesia bisa dipagari. Di perbatasan Indonesia–Malaysia, masih banyak saudara-saudara kita yang sangat bergantung pada aktivitas lintas batas untuk memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Baca Juga :  Rakor Regional Batch III, BSKDN Petakan Capaian dan Tantangan Implementasi Program Direktif Presiden

Lebih lanjut, Sekretaris BNPP RI menguraikan sejumlah persoalan utama lintas batas negara, di antaranya pergerakan manusia dan barang, keterbatasan infrastruktur vital, serta ancaman kejahatan transnasional. Ia menyoroti bahwa kebutuhan infrastruktur dasar, khususnya jalan penghubung antarwilayah, masih menjadi tantangan besar di kawasan perbatasan Kalimantan.

 

“Ada jalan sabuk yang sudah dibangun pemerintah, tetapi belum sepenuhnya tersambung antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa ancaman kejahatan lintas negara, seperti peredaran narkotika, psikotropika, dan penyelundupan senjata, merupakan risiko serius yang harus diantisipasi secara bersama.

Makhruzi menegaskan bahwa urgensi pengelolaan perbatasan mencakup dua dimensi utama, yakni security dan prosperity. Dari sisi keamanan, penguatan pengawasan terhadap penyeberangan ilegal dan penyelundupan menjadi prioritas. Sementara dari sisi kesejahteraan, pembangunan perbatasan harus diarahkan untuk mendorong kemajuan masyarakat dari wilayah terluar.

“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari pinggiran. Wilayah perbatasan adalah wajah terdepan negara yang harus kita perkuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai program pemerintah yang difasilitasi BNPP RI, termasuk pengamanan pantai di pulau-pulau kecil terluar, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pendampingan pembangunan wilayah kepulauan agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Tak hanya itu, Komjen Pol. Makhruzi Rahman juga menyampaikan program kolaboratif antara BNPP RI, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Badan Pusat Statistik (BPS) dalam upaya peningkatan kualitas 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan perbatasan.

Baca Juga :  Wujudkan Persatuan, Anggota Dewan DPRD Provinsi Banten Wahyu Nugraha, S. Pd Hadir di Tasyakuran HUT RI Cisoka

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk membangun 15.000 rumah. Harapannya, program ini dapat tuntas dan cepat, karena kondisi perumahan masyarakat perbatasan memang masih sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Terkait pencegahan ancaman perbatasan, ia menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas pertahanan dan keamanan, termasuk penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri di wilayah perbatasan.

Sebagai rekomendasi kebijakan, Sekretaris BNPP RI mendorong sinergi yang lebih kuat antara kementerian dan lembaga, pemanfaatan teknologi modern di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), penguatan kemandirian ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui prioritas pendidikan dan kesehatan.

“Kita dorong pembangunan sekolah dan layanan kesehatan di perbatasan. SDM unggul adalah kunci agar masyarakat perbatasan memiliki martabat dan daya saing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya diplomasi aktif guna mempercepat penyelesaian sengketa batas wilayah dan menjamin kepastian hukum demi menjaga kedaulatan negara.

Sebagai penutup, Komjen Pol. Makhruzi Rahman berharap para anggota DPRD dapat menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mengawal kebijakan pembangunan perbatasan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif merupakan kunci agar kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai daerah tertinggal, melainkan sebagai beranda depan Indonesia yang aman, sejahtera, dan bermartabat.

*Humas BNPP RI*

Penulis : Arif

Sumber Berita: Humas BNPP RI

Follow WhatsApp Channel ifaktanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirgahayu RI ke-81, Kepala Desa Carenang Eris Rishardi, S.E: Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Willy Patria, SE.,M.Si  Bersama Sekcam Andi Sulaeman, S. STP. Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, 17 Agustusan 2026
Hendri Hermawan, S.H., M.Si. Dirgahayu RI ke-81 DTRB Kabupaten Tangerang: Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Upacara HUT RI ke-81 Cisoka Berjalan Sempurna, Camat Sumartono Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih  
Integrasi NIB-NOP Diperkuat, Bupati Tangerang Dorong Validasi BPHTB Lebih Cepat dan Transparan
Upacara HUT Ke-81 RI Kabupaten Tangerang Berlangsung Khidmat, Bupati Maesyal Tekankan Semangat Pengabdian
 KH. Juhri Pimpin Doa Penurunan Bendera di Cisoka, Panjatkan Harapan Terbaik bagi Indonesia
H. Dedi Kepala Desa Kaliasin Menyambut HUT Kemerdekaan ke-81, 17 Agustus 2026

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Dirgahayu RI ke-81, Kepala Desa Carenang Eris Rishardi, S.E: Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Willy Patria, SE.,M.Si  Bersama Sekcam Andi Sulaeman, S. STP. Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, 17 Agustusan 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Hendri Hermawan, S.H., M.Si. Dirgahayu RI ke-81 DTRB Kabupaten Tangerang: Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Upacara HUT RI ke-81 Cisoka Berjalan Sempurna, Camat Sumartono Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih  

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Integrasi NIB-NOP Diperkuat, Bupati Tangerang Dorong Validasi BPHTB Lebih Cepat dan Transparan

Berita Terbaru