Digaji Uang RP1 Juta, Karyawan Pertanyakan Pemotongan Hingga 60% Tanpa Rincian Jelas Dan Akan Lapor!

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ifaktanews.com – Lingga Kurniawan karyawan sebuah perusahaan swasta Jasa Pengiriman Barang J&T Cargo bidang Delivery Service Order (DSO) di TGR 99A yang ber alamat di Kadu Jaya Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang mengaku kaget setelah menerima gaji bulan ini hanya sebesar Rp1 jutaan.

Padahal gaji pokok yang disepakati jauh di atas angka tersebut. Dirinya mempertanyakan adanya pemotongan hingga 60% yang dilakukan tanpa perincian jelas.

Tanpa slip gaji yang diterima, Lingga seharusnya menerima gaji pokok Rp3,5 juta sesuai absen masuk. Namun setelah dipotong, uang yang diterima hanya Rp1 juta.

Baca Juga :  Erwin Mawandy, ST., M.Si., BAPPEDA kabupaten Tangerang Ucapkan Selamat Hari Jadi Ke-394 tahun 2026 kabupaten Tangerang

“Saya tidak dikasih tahu dari awal. Tahu-tahu di gaji ada potongan, administrasi dan kerugian operasional totalnya hampir 60%. Ditanya ke HRD nya langsung namun tidak ada jawabannya,” ujar Lingga, salah satu karyawan bagian Driver, Rabu 08/07/2026.

Lingga mengatakan pemotongan dilakukan serentak ke hampir semua Driver. “Ini bukan satu dua orang. Satu divisi kena semua,” katanya.

Para karyawan mengaku sudah meminta rincian tertulis terkait dasar pemotongan, namun hingga saat ini belum diberikan oleh perusahaan.

Baca Juga :  Ratusan Miliar BWS Kalsel III di Sungai Veteran Dinilai Gagal Total Tanpa Malu: Copot PPK-nya! Blacklist Kontraktor-nya

“Kalau memang ada kesalahan kerja, tunjukkan buktinya. Hitungannya seperti apa juga jelaskan. Masa main potong saja,” kata Lingga.

Karena tidak ada itikad baik dari perusahaan, dirinya berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Ketenagakerjaan dan serikat pekerja untuk mediasi. Mereka menuntut agar selisih gaji dikembalikan dan ada transparansi sistem penggajian.

Dalam UU Ketenagakerjaan, pengusaha dilarang memotong upah pekerja kecuali dengan persetujuan pekerja dan harus berdasarkan perjanjian tertulis. Setiap pemotongan juga wajib disertai perincian yang bisa dipertanggung jawabkan.

Penulis : Riska

Follow WhatsApp Channel ifaktanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Keluhan Jadi Senyuman, Kepala BKN: ASN Kota Serang Harus Bisa Beri Solusi Bagi Warga
Perjuangan Tanpa Henti, Satgas Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di TNTP
Golkar 62 Tahun: Partai Tengah yang Harus Menjaga Akal Sehat Kebangsaan
Unjuk Rasa di Kantor DPKP Kabupaten Tangerang: Petani Akan Kembali dengan Jumlah Lebih Besar Jika Masalah Belum Selesai
Ketua Umum LSM Gerhana Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang
Erwin Mawandy, ST., M.Si., BAPPEDA kabupaten Tangerang Ucapkan Selamat Hari Jadi Ke-394 tahun 2026 kabupaten Tangerang
Bantah Tunggakan Logistik, Gumay Sebut Masalah Sebenarnya Adalah Pembatalan Kerja Sama SPPG
HUT RI ke-81 di Suvarna Sutera Berlangsung Meriah, PT Putra Aidil Karya Abadi (PAKA) Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Dari Keluhan Jadi Senyuman, Kepala BKN: ASN Kota Serang Harus Bisa Beri Solusi Bagi Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Perjuangan Tanpa Henti, Satgas Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di TNTP

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Golkar 62 Tahun: Partai Tengah yang Harus Menjaga Akal Sehat Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Unjuk Rasa di Kantor DPKP Kabupaten Tangerang: Petani Akan Kembali dengan Jumlah Lebih Besar Jika Masalah Belum Selesai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Ketua Umum LSM Gerhana Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru