Ifaktanews.com – Jakarta (Kemenag) — Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama RI, Thobib Al Asyhar, mendorong seluruh jajaran kehumasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) untuk menyelaraskan strategi publikasi dengan program prioritas Presiden. Langkah strategis ini krusial agar seluruh capaian besar kementerian dapat terjaring dan terpantau dengan baik oleh Badan Komunikasi (Bakom) Istana Kepresidenan.
Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Rapat Optimalisasi Kehumasan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang berlangsung di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).
Thobib menekankan pentingnya membangun koordinasi yang solid dalam menentukan prioritas isu pemberitaan.
“Dalam publikasi di Kementerian Agama, kita harus banyak mengaitkannya dengan program prioritas Presiden, khususnya program PHTC,” ujar Thobib.
Lebih lanjut, Thobib menyerukan pentingnya menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusia (SDM) humas yang ada di lingkungan Pendidikan Islam. Ia mengibaratkan para praktisi humas tersebut sebagai tim tangguh atau ‘Avenger’ Pendis yang memegang peranan strategis dalam membangun reputasi lembaga.
“Kita perlu mengaktifkan jaringan Pendis. Jumlah Humas Pendis saat ini sudah sangat banyak, dan ini modal yang sangat bagus. Selain itu, humas-humas di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta Madrasah juga sangat penting untuk dihidupkan kembali perannya. Humas Madrasah itu ujung tombak kita,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa madrasah di Indonesia saat ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa dengan torehan prestasi yang melimpah, salah satunya seperti Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC). “Madrasah kita sudah semakin maju dan menorehkan banyak capaian yang perlu dipublikasikan secara masif. Kami di Biro HKP siap untuk terus mendampingi dan meng-cover pemberitaan terkait prestasi-prestasi tersebut secara aktif,” imbuh Thobib.
Orientasi Berita: Fokus Pelayanan, Bukan Seremonial
Dalam kesempatan tersebut, Thobib mengingatkan agar paradigma pemberitaan Kemenag mulai bergeser ke arah yang lebih substansial. Berita-berita yang diproduksi oleh humas harus lebih menekankan pada aspek pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat, ketimbang mengeksplorasi kegiatan yang bersifat seremonial.
Thobib memetakan sejumlah isu potensial yang dinilai memiliki dampak tinggi (impactful) dan bernilai berita besar bagi masyarakat luas. Isu-isu strategis tersebut mencakup program sertifikasi guru dan penyaluran tunjangan profesi, serta pemberian tunjangan insentif bagi guru dan dosen.
“Humas harus fokus pada publikasi pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti sertifikasi, tunjangan profesi dan insentif, dana BOS dan DOP, bantuan sarana, hingga capaian riset dan implementasi kurikulum ekoteologi,” ujar Thobib.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Biro HKP, Moh. Khoeron. Menurutnya, integrasi narasi kehumasan Kemenag dengan agenda prioritas Presiden sangat penting.
“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama di humas. Fokus utama kita harus tertuju pada program prioritas Presiden beserta beragam turunannya,” urai Khoeron.
Khoeron kemudian memetakan potensi besar Kemenag yang paling relevan dengan program kepresidenan. Berdasarkan analisis kuantitas dan dampak sosial, sektor Pendidikan Islam, khususnya klaster madrasah, memiliki posisi tawar yang sangat tinggi.
“Di mana posisi program Kementerian Agama yang paling utama dan sejalan? Jawabannya ada di Pendidikan Islam. Sektor ini paling relate dengan PHTC karena secara kuantitas keterlibatan publiknya cukup signifikan,” jelas Khoeron.
Lebih lanjut, Thobib Al Asyhar mengapresiasi fleksibilitas dan keterbukaan Ditjen Pendis dalam menjalin kerja sama multidimensi. Saat ini, Biro HKP bersama Ditjen Pendis tengah merancang pengembangan e-content terintegrasi sebagai instrumen kolaborasi ke depan.
Sumber Humas Kamenag
Sumber Berita: Humas Kamenag









